Nilai Sinematografy

Tuesday, 13 January 2015
0 comments

Read more »

Teknik Simpel untuk Foto Landscape Hanya Ada 5

Sunday, 11 January 2015
0 comments


1. Gunakan Slow Speed!
Dengan menggunakan slow speed, kita dapat mencapai depth of field atau ruang fokus yang lebih besar, sehingga foto kita akan lebih tajam. Selain itu, kita juga bisa mencapai banyak efek2 yang bisa menambah estetika dari gambar tersebut. Contoh di bawah ini menggunakan long exposure, agar air dari sungai tersebut menjadi seperti cermin. Air yang sebenarnya agak sedikit berarus menjadi tenang, dan menambah kesan minimalis dari gambar ini. Awan yang ada di background terlihat agak blur karena pergerakannya, dan ini juga membuat foto ini menjadi lebih unik.

2. Gunakan air sebagai refleksi
Jika anda mengambil gambar pada sebuah lokasi yang mengandung elemen air, seperti sungai ataupun laut, maka carilah angle/sudut di mana anda bisa menggunakannya sebagai cermin. Refleksi dari air dapat menambah keindahan pemandangan anda. Teknik ini juga membantu anda mendapatkan sebuah foto yang simetris, dan enak untuk dilihat.

3. Jadwalkan foto pada saat sunset
Saya sangat beruntung, karena selalu tinggal di daerah yang menghadap barat. Tempat kelahiran saya, Makassar, langitnya selalu dihiasi oleh sunset yang luar biasa setiap sore. Dan ketika saya di Australia, saya ditempatkan di Perth, Australia Barat. Di situ juga saya selalu mendapatkan pemandangan indah dengan tambahan sunset yang begitu menakjubkan menjelang petang. Jika anda berada di posisi timur, maka anda harus bangun pagi untuk mendapatkan efek yang hampir serupa.

Sunset atau matahari terbenam mempunyai konotasi yang dalam dan romantis. Jika anda menambahkannya ke dalam foto pemandangan anda, maka pasti foto anda akan jauh berkesan di mata orang lain. Dan juga, beberapa saat sebelum dan sesudah sunset, matahari akan membiasi pemandangan anda dengan cahaya kuningnya yang hangat sehingga anda pasti akan menciptakan sebuah foto yang penuh dengan warna dan nuansa yang menarik. Cahaya matahari juga lebih soft/lembut pada saat “Golden Hour” ini, dan akan mempermudah mendapatkan exposure yang tepat di keseluruhan pemandangan tersebut.

4. Gantilah sudut pandang anda
Seringkali kita terpaku hanya dari satu sudut pandang saja, ketika berada di lokasi pemotretan. Mungkin kita memutuskan untuk memasang tripod kita di suatu tempat hanya karena itu dekat dengan objek yang dibidik, ataupun karena semua orang memotret dari situ. Cobalah untuk bereksperimen, dan explore sudut pandang yang lain. Cobalah untuk berjalan beberapa ratus meter dari lokasi pemotretan, dan cobalah dari beragam sudut pemgambilan, sebelum anda meng-setup tripod anda.
Contoh berikut adalah hasil dari pemotretan sebuah lighthouse pada saat sunrise (matahari terbit). Saya berdiri tepat di bawah menara tersebut dan merekam gambar pertama ini.

5. Tambahkan foreground yang menarik.
Sebuah pemandangan atau foto landscape kadang terlihat biasa karena kita selalu mengambil nya dengan format horizontal. Dalam format ini, seringkali kita melupakan untuk menambah sebuah foreground pada gambar tersebut. Foreground adalah sebuah objek tambahan lain, yang terletak di antara lensa dan objek utama. Sesekali, gunakanlah format vertikal, dan perhatikan sekeliling untuk mencari foreground yang menarik. Contoh berikut ini, saya ingin mengambil gambar batu karang yang muncul di tengah2 laut. Ketika mencari lokasi yang tepat, saya melihat sebuah lubang yang terletak di karang tepat di depan saya. Dengan menggunakan format vertikal, lensa wide (18mm + Canon EOS 10D), dan angle yang rendah, saya berhasil mendapatkan gambar di bawah:

Read more »

Contoh Photo Macro

0 comments

Read more »

Kamera DSLR Nikon Pertama Dengan Layar Sentuh Yaitu Nikon D5500

0 comments

 Di ajang Consumer Electronic Show di Las Vegas kemarin (Selasa, 6 Januari 2015), Nikon mengumumkan peluncuran kamera DSLR terbaru mereka, Nikon D5500. Dan seperti pepatah better late than never, meski lumayan telat dibandingkan kompetitor lain, inilah kamera DSLR pertama buatan Nikon yang memanfaatkan teknologi layar sentuh.

Nikon D5500 menggunakan layar LCD vari-angle berukuran 3,2 inchi dengan resolusi 1,03 juta titik. Dengan layar sentuh, kita bisa memilih titik fokus dengan ujung jari kita, pinch to zoom layaknya di smartphone, dan juga bisa mengunci fokus serta mengambil eksposure cukup dengan menyentuh layar.

Jeroan kamera ini dilengkapi dengan sensor CMOS DX 24 megapiksel. Nikon D5500 juga menanggalkan low pass filter, sehingga hasil foto diharapkan lebih tajam. Rentang operasional ISO-nya adalah antara 100 sampai dengan 25,600.


Dalam acara peluncuran tersebut, Nikon membanggakan D5500 sebagai kamera DSLR terkecil didunia. Secara fisik, ukuran kamera ini adalah 124mm × 97mm × 70mm dan bobot (body only) adalah 420 gram. Sangat nyaman ditenteng kemana-kemana saking entengnya, kata Nikon. Konsekuensinya, Nikon D5500 tidak dilengkapi dengan motor autocous di dalam body-nya.

Fitur lain yang ditawarkan D5500 adalah built-in wi-fi, mode continuous yang 5 fps, 9 titik fokus jenis cross dan 39 titik secara keseluruhan serta kemampuan merekam video 1080p/60 fps dengan suara stereo.
Secara internasional, Nikon D5500 akan tersedia mulai bulan Februari 2015 dan dijual di harga USD 900 (body only). Paket kit yang ditawarkan adalah US$ 1000 jika dengan lensa kit 18–55mm atau US$ 1.200 jika dengan lensa kit 14–140mm.
Read more »