Teknik Simpel untuk Foto Landscape Hanya Ada 5
Sunday, 11 January 2015
1. Gunakan Slow Speed!
Dengan menggunakan slow speed, kita dapat mencapai depth of field
atau ruang fokus yang lebih besar, sehingga foto kita akan lebih tajam.
Selain itu, kita juga bisa mencapai banyak efek2 yang bisa menambah
estetika dari gambar tersebut. Contoh di bawah ini menggunakan long
exposure, agar air dari sungai tersebut menjadi seperti cermin. Air yang
sebenarnya agak sedikit berarus menjadi tenang, dan menambah kesan
minimalis dari gambar ini. Awan yang ada di background terlihat agak
blur karena pergerakannya, dan ini juga membuat foto ini menjadi lebih
unik.
Jika anda mengambil gambar pada sebuah lokasi yang mengandung elemen
air, seperti sungai ataupun laut, maka carilah angle/sudut di mana anda
bisa menggunakannya sebagai cermin. Refleksi dari air dapat menambah
keindahan pemandangan anda. Teknik ini juga membantu anda mendapatkan
sebuah foto yang simetris, dan enak untuk dilihat.
Saya sangat beruntung, karena selalu tinggal di daerah yang menghadap
barat. Tempat kelahiran saya, Makassar, langitnya selalu dihiasi oleh
sunset yang luar biasa setiap sore. Dan ketika saya di Australia, saya
ditempatkan di Perth, Australia Barat. Di situ juga saya selalu
mendapatkan pemandangan indah dengan tambahan sunset yang begitu
menakjubkan menjelang petang. Jika anda berada di posisi timur, maka
anda harus bangun pagi untuk mendapatkan efek yang hampir serupa.
Sunset atau matahari terbenam mempunyai konotasi yang dalam dan
romantis. Jika anda menambahkannya ke dalam foto pemandangan anda, maka
pasti foto anda akan jauh berkesan di mata orang lain. Dan juga,
beberapa saat sebelum dan sesudah sunset, matahari akan membiasi
pemandangan anda dengan cahaya kuningnya yang hangat sehingga anda pasti
akan menciptakan sebuah foto yang penuh dengan warna dan nuansa yang
menarik. Cahaya matahari juga lebih soft/lembut pada saat “Golden Hour”
ini, dan akan mempermudah mendapatkan exposure yang tepat di keseluruhan
pemandangan tersebut.
Seringkali kita terpaku hanya dari satu sudut pandang saja, ketika
berada di lokasi pemotretan. Mungkin kita memutuskan untuk memasang
tripod kita di suatu tempat hanya karena itu dekat dengan objek yang
dibidik, ataupun karena semua orang memotret dari situ. Cobalah untuk
bereksperimen, dan explore sudut pandang yang lain. Cobalah untuk
berjalan beberapa ratus meter dari lokasi pemotretan, dan cobalah dari
beragam sudut pemgambilan, sebelum anda meng-setup tripod anda.
Contoh berikut adalah hasil dari pemotretan sebuah lighthouse pada
saat sunrise (matahari terbit). Saya berdiri tepat di bawah menara
tersebut dan merekam gambar pertama ini.
Sebuah pemandangan atau foto landscape kadang terlihat biasa karena
kita selalu mengambil nya dengan format horizontal. Dalam format ini,
seringkali kita melupakan untuk menambah sebuah foreground pada gambar
tersebut. Foreground adalah sebuah objek tambahan lain, yang terletak di
antara lensa dan objek utama. Sesekali, gunakanlah format vertikal, dan
perhatikan sekeliling untuk mencari foreground yang menarik. Contoh
berikut ini, saya ingin mengambil gambar batu karang yang muncul di
tengah2 laut. Ketika mencari lokasi yang tepat, saya melihat sebuah
lubang yang terletak di karang tepat di depan saya. Dengan menggunakan
format vertikal, lensa wide (18mm + Canon EOS 10D), dan angle yang
rendah, saya berhasil mendapatkan gambar di bawah:
Kamera DSLR Nikon Pertama Dengan Layar Sentuh Yaitu Nikon D5500
Di ajang Consumer Electronic Show di Las Vegas kemarin (Selasa,
6 Januari 2015), Nikon mengumumkan peluncuran kamera DSLR terbaru
mereka, Nikon D5500. Dan seperti pepatah better late than never,
meski lumayan telat dibandingkan kompetitor lain, inilah kamera DSLR
pertama buatan Nikon yang memanfaatkan teknologi layar sentuh.
Nikon D5500 menggunakan layar LCD vari-angle berukuran 3,2 inchi dengan
resolusi 1,03 juta titik. Dengan layar sentuh, kita bisa memilih titik
fokus dengan ujung jari kita, pinch to zoom layaknya di smartphone, dan juga bisa mengunci fokus serta mengambil eksposure cukup dengan menyentuh layar.
Jeroan kamera ini dilengkapi dengan sensor CMOS DX 24 megapiksel. Nikon D5500 juga menanggalkan low pass filter, sehingga hasil foto diharapkan lebih tajam. Rentang operasional ISO-nya adalah antara 100 sampai dengan 25,600.
Dalam acara peluncuran tersebut, Nikon membanggakan D5500 sebagai
kamera DSLR terkecil didunia. Secara fisik, ukuran kamera ini adalah
124mm × 97mm × 70mm dan bobot (body only) adalah 420 gram. Sangat nyaman
ditenteng kemana-kemana saking entengnya, kata Nikon. Konsekuensinya,
Nikon D5500 tidak dilengkapi dengan motor autocous di dalam body-nya.
Secara internasional, Nikon D5500 akan tersedia mulai bulan Februari 2015 dan dijual di harga USD 900 (body only). Paket kit yang ditawarkan adalah US$ 1000 jika dengan lensa kit 18–55mm atau US$ 1.200 jika dengan lensa kit 14–140mm.
Subscribe to:
Comments (Atom)
